DETAIL DOCUMENT
Peranan peak rate factor dalam analisis perhitungan kejadian banjir menggunakan perangkat lunak HEC-HMS
Total View This Week0
Institusion
Universitas Katolik Parahyangan
Author
Cahyono, Christian
Subject
Kalibrasi Banjir 
Datestamp
2019-12-06 01:50:43 
Abstract :
Dalam perencanaan bangunan air, diperlukan besaran banjir rencana (Design Flood) yang dalam proses penentuannya memerlukan kalibrasi parameter model banjir. Salah satu metode untuk melakukan proses kalibrasi banjir dapat menggunakan perangkat lunak HEC-HMS. Dalam HEC-HMS terdapat tiga submodel yaitu Losses, Transform, dan Baseflow. Dalam perkembangan penggunaan model HEC-HMS masih memanfaatkan sub-model Transform dimana nilai Peak Rate Factor (PRF) bersifat konstan sebesar 484 dalam pemodelan. Nilai PRF sangat bergantung kepada kondisi fisik wilayah yang dikaji yaitu kemiringan lahan. Berdasarkan fenomena dimana seharusnya nilai PRF bervariatif dalam pemodelan sedangkan kenyataan masih konstan, dilakukanlah penelitian ini. Tujuan utama dilakukan penelitian ini adalah melihat peranan PRF dalam proses kalibrasi banjir. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, variasi nilai PRF menghasilkan hasil simulasi yang cukup baik seperti yang ditunjukkan nilai fungsi objektif pada 2 wilayah studi. Berikut perbandingan nilai fungsi objektif DAS Selorejo pada kejadian banjir Maret 2007 antara PRF konstan 484 dengan variasi nilai PRF, RMSE atau Root Mean Square Error (0,63 m ;0,59 m), Koefisien Korelasi (0,977; 0,976), dan Perbedaan Puncak Banjir (43,04 %; 41,46 %). Sedangkan pada DAS PDA Cipasang, kriteria model evaluasi dari Nash-Sutclife (0,818 ;0.820), RMSE atau Root Mean Square Error (66,20 m3/s ;65,91 m3/s), Koefisien Korelasi (0,916; 0,917), dan Perbedaan Puncak Banjir (32,75 %; 32,50 %). Pengaruh PRF dalam model banjir, dilakukan menggunakan pilihan sub-model adalah SCS Curve Number untuk Losses, SCS Unit Hydrograph untuk Transform dan Recession Constant untuk Baseflow. Hasil Studi ini mengindikasikan pengaruh variasi nilai PRF tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan PRF konstan. 

Institution Info

Universitas Katolik Parahyangan