DETAIL DOCUMENT
SIMBOLISME KEMBAR MAYANG DALAM TEMANTEN JAWA DI KABUPATEN KEDIRI
Total View This Week0
Institusion
Universitas Nusantara PGRI Kediri
Author
Pramesti, Breliana Setyaning Ayu
BUDIONO, HERU
WIDIATMOKO, SIGIT
Subject
618 History (history) 
Datestamp
2023-08-09 07:26:19 
Abstract :
Kebudayaan Indonesia memiliki berbagai ragam kebudayaan, tentunya disetiap wilayah akan memiliki kebudayaan yang berbeda. Menurut Suwardi Endraswara Manusia Jawa banyak menampilkan simbol ? simbol ritual yang kaya makna, misalnya di Jawa terdapat berbagai macam upacara adat seperti perkawinan, bersih desa, pitonan, dan selapan. Salah satu upacara adat Jawa yang dianggap memiliki nilai konsep sebuah pedoman kehidupan berumah tangga yaitu Kembar Mayang. Kembar Mayang memiliki arti Kembar yaitu sama, sedangkan Mayang berarti bunga. Bila arti dari keduanya ini disatukan maka memiliki arti bunga yang sama, diibaratkan seperti saat membina rumah tangga maka kedua calon mempelai ini diharapkan menjadi satu pemikiran untuk membangun rumah tangga yang harmonis serta mengharumkan rumah tangga yang diibaratkan harumnya seperti bunga. Perkawinan adalah bertemunya kedua mempelai wanita dan laki-laki yang akan menjalani hidup bersama selamanya dengan dasar rasa cinta yang tulus. Perkawinan adat Jawa ini berasal dari zaman keraton. Tata cara yang dilakukan pernikahan adat jawa ini hanya bisa dilakukan oleh orang ? orang yang hanya keturunan dari keraton. Seiring berjalannya waktu ketika Islam tiba di Jawa, ada perubahan yang terjadi mengenai tata cara perkawinan Jawa. Tata cara pernikahan adat Jawa ini menjadi berbaur antara Hindu dan Islam. Meskipun sudah berbaur melainkan kita sebagai masyaraat yang hidup di tanah Jawa tetap berkiblat pada keraton. Tujuan dari penelitian ini guna untuk (1) untuk mengetahui cerita legenda yang melatar belakangi awal mula Kembar Mayang dalam upacara temanten Jawa, (2) mengetahui sjarah awal mula Kembar Mayang,(3) mengetahui makna dari Kembar Mayang dalam proses perkawinan temanten Jawa, (4) mengetahui mitos yang dipercayai masyarakat terkait penggunaan Kembar Mayang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan budaya. Kembar Mayang merupakan ukiran dari janur yang disetiap bentuknya memiliki makna yang mengandung pesan-pesan leluhur untuk membina sebuah rumah tangga. Orang yang menikah namun belum acara acara tukar Kembar Mayang maka perkawinannya dianggap belum dimekarkan. Cerita legenda dari Kembar Mayang diambil dari cerita legenda Jaka Tarub yang menikahi seorang bidadari bernama Dewi Nawangwulan. Untuk cerita sejarah dari Kembar Mayang merupakan cerita dari seorang mempelai wanita bernama Ratnaningsih yang meminta ayahanda untuk dicarikan sebuah sekar mayang atau yang bisa disebut Kembar Mayang. Untuk mitos-mitos yang beredar mengenai Kembar Mayang biasanya orang yang menikah belum menukarkan Kembar Mayang maka akan kesusahan untuk diberi keturunan. Untuk mewaspadai hal- hal yang tidak diinginkan, perakit Kembar Mayang akan menyemprokan sprite atau cuka ke janur yang akan digunakan untuk merakit Kembar Mayang. 
Institution Info

Universitas Nusantara PGRI Kediri