DETAIL DOCUMENT
SIMBOLISME HASTA-SILA DALAM SERAT WEDHATAMA KARYA K.G.P.A.A MANGKUNEGORO IV DIKUTIP OLEH YUSTINUS SUMANTRI
Total View This Week0
Institusion
Universitas Nusantara PGRI Kediri
Author
Desantoro, Vicky Prastyo Eko
WARYANTI, ENDANG
SARDJONO, SARDJONO
Subject
725 Sociology and anthropology education 
Datestamp
2022-08-21 11:42:57 
Abstract :
Kemerosotan moral generasi muda masih sering dijumpai dalam dunia pendidikan. Tindak tawuran, bulliying, sexs bebas, penyalahgunaan narkoba, anak yang sudah tidak hormat pada orang tua menunjukkan merosotnya nilai moral generasi muda. Indonesia memiliki budaya yang tinggi dan luhur. Serat wedatama salah satu bentuk sastra yang masih dikenal masyarakat Jawa sebagai ajaran untuk mencapai pikiran, budi pekerti dan jiwa yang luhur. Serta ajaran tentang gaya hidup masyarakat Jawa yakni Hasta-Sila. Dalam skripsi ini, terdapat beberapa pokok permasalahan yang dibahas, pertama: bagaimanakah deskripsi aspek struktural puisi yang meliputi struktur fisik dan struktur batin dalam Serat Wedhatama karya K.G.P.A.A Mangkunegoro IV dikutip oleh Yustinus Sumantri ?, kedua: bagaimanakah deskripsi simbolisme Hasta-Sila atau delapan sikap dasar, terdiri dari Tri-Sila, meliputi: (1) eling (ingat), (2) pracaya (percaya) dan (3) mituhu (setia melaksanakan perintahnNya), dan Panca-Sila, meliputi: (4) rila (ikhlas hati), (5) narima (menerima), (6) temen (setia pada janji), (7) sabar (lapang dada), dan (8) budi luhur atau memiliki watak yang baik dalam serat wedhatama karya K.G.P.A.A Mangkunegoro IV dikutip oleh Yustinus Sumantri ?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah antropologi sastra. Antropologi sastra merupakan kajian karya sastra yang menekankan pada warisan budaya masa lalu. Warisan budaya tersebut dapat tercermin dalam karya-karya sastra klasik dan modern. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menganalisis serat wedatama karya K.G.P.A.A. Mangkunegoro IV yang dikutip oleh Sumantri dalam bukunya yang berjudul ajaran kebijaksanaan hidup serat wedhatama terbitan pustaka nusantara tahun 2005. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat unsur pembangun puisi yang terdiri dari strukrut fisik, meliputi: diksi, pengimajian (imaji visual, imaji auditif dan imaji gustatory), kata konkret, bahasa figuratif (majas perbandingan, sindiran, pertentangan, dan penegasan), verifikasi (rima (purwakanthi guru sastra, purwakanthi guru swara, dan purwakanthi lumaksita), irama (titi laras) berdasar gamelan Jawa nada slendro dan pelog, metrum (pangkur, sinom, pucung, gambuh, dan kinanthi)). Struktur batin puisi, meliputi: tema (religius, kemanusiaan dan pendidikan budi pekerti) dan amanat, meliputi: toleransi, sabar, ingat, waspada, dan pendekatan diri kepada Tuhan. Selain itu, ditemukan simbolisme budaya Jawa Hasta-Sila, terdiri dari Tri-Sila sebagai pemujaan kepada Tuhan, meliputi: eling (ingat), pracaya (percaya) dan mituhu (setia menjalankan perintahNya). Panca-Sila sebagai bentuk keluhuran sikap terhadap manusia, meliputi: rila (ikhlas hati), narima (menerima), sabar dan budi luhur. 
Institution Info

Universitas Nusantara PGRI Kediri