Institusion
Universitas Nusantara PGRI Kediri
Author
Cahyaningtias, Ella Widya
NURKHOLIS, MOH
LUSIANTI, SEPTYANING
Subject
276 Sports medicine
Datestamp
2022-08-14 07:21:12
Abstract :
Pencak Silat adalah salah satu cabang olahraga beladiri yang terdapat di Indonesia. Olahraga beladiri pencak silat adalah warisan dari nenek moyang bangsa Indonesia, karena pencak silat lahir dari kebudayaan bangsa Indonesia. Pencak silat di Kabupaten Nganjuk memiliki banyak perguruan silat sering terjadi gesekan yang meyebabkan konflik perguruan silat di Kabupaten Nganjuk Khususnya Kecamatan Rejoso. Tujuan penelitian untuk mengetahui cara pandang sosial masyarakat terhadap konflik yang melibatkan oknum perguruan Pencak Silat di Kecamatan Rejoso. Untuk mengetahui Faktor apa saja yang menjadi penyebab konflik antar Perguruan Pencak Silat di Kecamatan Rejoso. untuk mengetahui dampak dari konflik Perguruan Pencak Silat di Kecamatan Rejoso
Penelitaian ini bersifat deskriftif kualitatif, sampel ini diambil secara acak dari setiap desa di Kecamatan Rejoso diambil 3 orang total sampel ini 72 orang. Penelitian penggambilan data dengan menggunakan angket.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pandangan masyarakat terhadap konflik yang melibatkan oknum Perguruan silat di Kecamatan Rejoso merupakan benar adanya dari penelitian rekap angket yang diolah adanya ikut campur oknum perguruan silat dan sangat meresahkan warga. Di wilayah Nganjuk mempunyai dua perguruan yang besar yaitu: Persaudaraan Setia Hati Terate dan Pagar Nusa kedua pengguruan ini memiliki massa yang besar, sehingga saat terjadi konflik akan meluas karena perguruan silat mempunyai ikatan solidaritas yang kuat, namun solidaritas ini salah gunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Faktor yang menjadi penyebab konflik antar perguruan Pencak Silat di Kecamatan Rejoso merupakan adanya salah satu kubu silat yang terdapat oknum memprovokasi sehingga terjadinya konflik hanya untuk mencari eksitensi di masyarakat sehingga dikenal luas. Selain oknum dipicu juga dengan anggota baru yang mudah di provokasi karena masih memiliki sikap fanatic perguruan, anggota baru ini kebanyakan berusia remaja jadi masih mempunyai semangat yang tinggi. Kedua perguruan ini hanya menunjukan siapa yang paling kuat di mata masyarakat. Dampak konflik bagi masyarakat Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk meninggalakn trauma yang mendalam bagi masyarakat karena dengan konflik perguruan silat ini merusak citra baik wilayah khususnya Kecamatan Rejoso. Banyak juga fasilitas umum dan pribadi yang rusak pasca konflijk dan tidak ada pertanggung jawaban dari kedua belah pihak kerugian yang dialami akan ditanggung oleh masyarakat sendiri.