Abstract :
Skripsi ini membahas tentang situasi tutur saat meireikei dan kinshikei digunakan
dan penggunaan meireikei dan kinshikei dalam percakapan di anime Tate no
Yuusha no Nariagari berdasarkan kajian pragmatik. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui situasi tutur saat meireikei dan kinshikei digunakan dalam
percakapan dan untuk mengetahui penggunaan meireikei dan kinshikei yang ada
dalam percakapan anime Tate no Yuusha no Nariagri. Penelitian ini menggunakan
percakapan yang ada dalam anime Tate no Yuusha no Nariagari sebagai sumber
data dan metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif
kualitatif dipilih karena data berupa tuturan dalam anime yang perlu
dideskripsikan untuk menjelaskan tuturan bermakna perintah dan larangan yang
digunakan dalam percakapan.Pada penelitian ini telah ditemukan 19 tuturan yang
mengandung penggunaan meireikei dan kinshikei. Diantaranya adalah terdiri dari
12 data meireikei dan 7 data kinshikei. Selain itu, situasi tutur saat penggunaan,
meireikei dan kinshikei dipengaruhi oleh aspek-aspek situasi tutur yaitu penutur
dan lawan tutur. Aspek-aspek yang berkitan dengan penutur dan lawan tutur
adalah usia, latar belakang sosial ekonomi, jenis kelamin, tingkat keakraban, dll.