Abstract :
Objek kajian dalam penelitian ini berupa anime Kuroshitsuji Season 1 karya Toboso Yana yang dirilis pada tahun 2008. Keigo merupakan ragam bahasa hormat dalam bahasa Jepang yang pada dasarnya digunakan oleh pembicara sebagai ungkapan menghormati lawan bicara atau orang yang dibicarakan, namun tujuannya tidak hanya untuk menghormati, ada kalanya untuk mengolok-olok atau
mencemooh, diukur dari parameter kepada siapa atau siapa yang dibicarakan oleh pembicara dilihat dari status kedudukannya, apakah lebih tua, lebih tinggi kedudukan sosialnya, setara, atau lebih rendah dari pembicara. Dalam skripsi ini menganalisis mengenai jenis dan bentuk ragam bahasa hormat keigo, serta hubungan pembicara dengan lawan bicara pada situasi informal saat pertikaian. Tujuan dari penelitian ini agar pemelajar bahasa Jepang khususnya di Indonesia
dapat mengetahui lebih dalam lagi mengenai ragam bahasa hormat keigo, karena adanya kebutuhan dalam memahami penggunaan ragam bahasa hormat keigo, apabila terjun ke dalam lingkungan yang mengharuskan untuk menggunakan ragam bahasa hormat keigo, seperti di perusahaan Jepang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teori yang menunjang penelitian ini
adalah teori keigo dari Oishi Shotaro, Hirai, Hinata Shigeo, dan Tsujimura Toshiki. Serta teori mengenai parameter dalam keigo dari Osamu Mizutani bersama Nobuko Mizutani, dan Nakao Toshio. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam anime Kuroshitsuji terdapat 21 tuturan yang berasal dari 3 jenis
ragam bahasa hormat keigo, di antara 6 ragam bahasa hormat keigo jenis sonkeigo, 7 ragam bahasa hormat keigo jenis kenjyougo, 8 ragam bahasa hormat keigo jenis teineigo.