Abstract :
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui subkultur menhera dan yami kawaii yang berkembang di Jepang dalam beberapa tahun terakhir ini, berserta kaitannya dengan gangguan mental dan bagaimana penderita gangguan mental diberlakukan di Jepang. Menhera dan yami kawaii merupakan subkultur gaya fashion dan estetika yang memanfaatkan ?penderitaan? sebagai tema utamanya, dengan menampilkan gaya fashion dan estetika dari penderita gangguan mental, seperti make-up byojaku yang menunjukkan wajah sakit. Budaya dan masyarakat Jepang yang menuntut seorang penderita gangguan mental untuk mengubur penderitaannya demi berbaur dengan komunitas masyarakat melahirkan menhera dan yami kawaii sebagai subkultur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan metode pengumpulan data dengan metode kepustakaan, artikel dan kuisioner online. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari 32 responden penggemar subkultur menhera dan yami kawaii, (71,9%, 28 responden) menyukai subkultur menhera dan yami kawaii ini karena merasa dapat memahami tema yang digunakan. Di antaranya, 26 responden (81,3%) memang merupakan penderita gangguan mental.