Abstract :
Penelitian ini membahas mengenai perbandingan yang meliputi persamaan dan
perbedaan tata cara pelaksanaan Hina Matsuri dan Upacara Tarapan yang harus
dilakukan karena adanya anjuran atau bahkan kewajiban yang telah terjadi secara
turun-temurun dan juga yang harus dihindari karena adanya pantangan tertentu.
Permasalahan yang dibahas meliputi persamaan Hina Matsuri dan Upacara
Tarapan yakni persamaan makna, sebagai ritual mensucikan diri, persamaan
menggunakan busana tradisional dan adanya pantangan pada kedua prosesi
tersebut; serta perbedaannya yakni pada tata cara pelaksanaannya, peraturan tata
caranya, hidangan yang disajikan, dan waktu pelaksanaan dimana kedua aspek
persamaan dan perbedaan tersebut akan diperbandingkan. Metode penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data kepustakaan.
Hasil penelitian ini bahwa Hina Matsuri dan Upacara Tarapan memiliki arti
sebagai hari kedewasaan bagi anak perempuan dan meskipun terdapat perbedaan
dan persamaan pada keduanya, tetapi tujuan dan makna yang paling mendasar
pada setiap tahapan prosesinya adalah mengandung permohonan doa pada Sang
Pencipta sebagai pelindung.