Abstract :
Cabai rawit merupakan komoditas sayuran yang sangat penting bagi masyarakat
Indonesia karena cabai rawit mengandung banyak vitamin dan zat gizi yang
dibutuhkan untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, rasa
pedas pada cabai rawit berkhasiat untuk menambah nafsu makan sehingga hal
tersebut menjadi alasan banyak masyarakat Indonesia untuk mengkonsumsi cabai
rawit. Mengingat kebutuhan masyarakat Indonesia akan cabai rawit terus
meningkat membuat harga cabai rawit mengalami fluktuasi. Kenaikan harga yang
fluktuatif menimbulkan kerugian pada beberapa kalangan, yaitu pedangan dan
pengusaha kuliner yang menggunakan cabai rawit sebagai bahan utamanya. Untuk
itu, dibutuhkan suatu metode untuk memprediksi harga cabai rawit di masa yang
akan datang. Dengan melakukan prediksi harga cabai rawit diharapkan dapat
membantu pedagang untuk mengendalikan jumlah permintaan cabai rawit dan
pengusaha kuliner yang menggunakan cabai rawit sebagai bahan utama karena hasil
prediksinya dapat digunakan untuk menekan modal pengeluaran sehingga para
pengusaha bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal. Data yang digunakan
pada penelitian ini berupa data time series yang disusun berdasarkan waktu.
Prediksi pada data time series memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi sehingga
dibutuhkan suatu metode yang dapat menghasilkan prediksi. Algoritme Extreme
Learning Machine (ELM) dan Support Vector Regression (SVR) diusulkan peneliti
karena dinilai mampu memberikan hasil prediksi dengan tingkat kesalahan yang
rendah. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, algoritme SVR menghasilkan
nilai Mean Average Percentage Error (MAPE) sebesar 1,4919% dengan waktu
komputasi sebesar 3,0919356 seconds sedangkan algoritme ELM menghasilkan
nilai MAPE sebesar 3,6746% dengan waktu komutasi sebesar 0,0110832 seconds.
Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa algoritme ELM unggul dalam proses
pembelajaran sedangkan algoritme SVR unggul dalam akurasi tingkat kesalahan.
Namun, kedua algoritme tersebut mampu menghasilkan nilai prediksi dengan
tingkat kesalahan yang kurang dari 10%. Hal tersebut menunjukan bahwa nilai
prediksi yang dihasilkan termasuk dalam kategori yang sangat baik.