Abstract :
Permasalahan yang dibahas pada penelitian ini adalah performansi
jaringan fiber optik pada perangkat modem GPON di Club House Cluster Eropa
Kelapa Gading yang mengacu pada standarisasi pemberi layanan PT.Telkom
Indonesia, pada penelitian ini adalah metode pengukuran,Analisa perhitungan
pada parameter perangkat GPON dan jaringan Fiber Optik, Pada metode
pengukuran data diambil dan diberikan oleh PT. TELKOM. Pada metode
perhitungan dilakukan secara matematis. Hasil dari pengukuran, perhitungan dan
simulasi akan dibandingkan dan kemudian diklasifikasikan menurut standariasasi
ITU-T G.984.
Parameter yang akan dibandingkan yaitu Power Link Budget (Prx), Rise
Time Budget,Bandwidth dan Throughput, Dari hasil pengukuran pada perangkat
modem GPON didapatkan hasil Prx yaitu -15.46 dBm sedangkan dari hasil
perhitungan parameter -26.64 dBm untuk Uplink dan untuk sisi Downlink -
26.109 dBm nilai tersebut lebih besar dari standart dari Daya Minimum (Pmin)
yang telah ditentukan oleh PT. Telkom yaitu sebesar -29 dBm, Berdasarkan nilai
margin daya perhitungan yakni 2,599 dB untuk Uplink dan 2,89 dB untuk
Downlink, Bandwidth yang di dapat pada perangkat modem ONT adalah ?sesuai?
karena klaim dari ISP menyatakan bahwa kecepatan downloadnya adalah 20
Mbps, untuk nilai Throughput maksimal didapatkan pada jam-jam lengang sekitar
pukul 19:00-22:00, sesuai dengan bandwidth yang diberikan ISP yakni sebesar 20
Mbps sedangkan pada jam-jam sibuk pukul 12:00-15:00.
Penurunan nilai hingga mencapai 62%, Dari 20 Mbps menjadi hanya 7,6
Mbps, Hal ini disebabkan banyaknya tamu yang datang dengan aktifitas
pemakaian data yang besar. maka jaringan fiber optik pada Cluster Eropa sudah
cukup baik, Untuk paket data berlangganan bisa di up to lebih besar dari saat ini
karna bertambahnya penghuni pada Cluster Eropa semakin banyak yang akan
menggunakan fasilitas Club House