Abstract :
Sektor transportasi laut memegang peranan vital sebagai infrastruktur
dasar untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang tidak tergantikan
(irreplacement) yaitu: aksesibilitas dan turut berperan dalam mewujudkan
pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh wilayah Nusantara. Kehandalan
dan kelangsungan arus perpindahan penumpang dan barang di lautan, tidak lepas
dari peran PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) / PT PELNI (Persero)
sebagai salah satu operator angkutan laut di Indonesia. Namun Permasalahan yang
dihadapi PT PELNI (Persero) saat ini adalah umur armada kapal PT PELNI
(Persero) yang mendekati bahkan melebihi umur ekonomis kapal. Kondisi armada
kapal tersebut akan menurukan layanan kepada pengguna jasa angkutan laut
khususnya yang menggunakan kapal PT PELNI (Persero). Menurut data pada
tahun 2018 kapal PT PELNI yang berumur lebih dari 20 tahun lebih dari 76%
dimana 16% atau 4 (empat) unit dari 25 unit armada kapal penumpangnya sudah
berumur lebih dari 30 tahun. Upaya untuk merenovasi kapal perlu dilakukan
dalam upaya pemanfaatan kapal-kapal PT PELNI yang sudah berusia tua atau
yang sudah habis umur ekonomisnya. Salah satu yang dapat dilakukan adalah
dengan merenovasi kapal yang berusia tua sehingga dapat meningkatkan layanan
dan citra perusahaan yang berujung pada peningkatan kepuasan pengguna jasa
kapal PELNI. Dengan melakukan metode pengamatan kebutuhan pada
perusahaan, dan pengambilan sumber kapal secara langsung. Agar dapat
mewujudkan cita-cita diatas maka didesainlah Interior kapal KM. Tatamailau
yang sudah berusia hampir 30 tahun, yang juga sudah pernah menjadi kapal untuk
pelayaran paket wisata bahari Raja Ampat PT. PELNI (Persero) dengan tema
yang identik dengan Raja Ampat yaitu Coastal.