Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Marshelianisa Mayanthi, Yowanda
Subject
674.8 Wood Product/Produk Kayu, Industri Kayu
Datestamp
2021-12-29 01:52:46
Abstract :
Pengeringan adalah proses pemindahan atau pengeluaran kandungan air dalam
suatu benda hingga mencapai kandungan air tertentu agar kecepatan kerusakan
bahan dapat diperlambat. Proses pengeringan dipengaruhi oleh suhu, kelembaban
udara atau lingkungan, kecepatan aliran udara pengering, kandungan air yang
diinginkan, energi pengering, dan kapasitas pengering. Kendala yang sering dialami
saat proses mengurangi kelembaban air dalam kayu yaitu kurang maksimalnya
panas yang dihasilkan. Pemanfaatan listrik dapat menjadi salah satu pilihan
alternatif untuk menghasilkan energi panas selain mengandalkan sinar matahari.
Beragam metode pengeringan kayu dapat dipilih untuk digunakan, mulai dari
pengeringan secara alami hingga pengering dengan bantuan alat. Seperti
pengeringan dengan sistem dehumifider. Sistem dehumifider berkerja dengan cara
menaikkan suhu ruang pengeringan sehingga udara di dalam ruang pengeringan
dapat mengkeringkan kayu, kemudian menyerap uap air yang keluar dari kayu
sehingga udara menjadi lembab atau jenuh. Tujuan dari penelitian ini yaitu analisis
pengeringan pengemasan kayu menggunakan tenaga panas secara radiasi.
Penelitian ini mendapatkan hasil pengeringan pada papan dan balok dengan suhu
65?, 75?, dan 80? dengan kadar air yang didapatkan 13,8%, 10,7%, 10%,
12,2,%, dan 10,6%.