Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Nining Diah, Maharita Triatmanti
Subject
620 Engineering/Ilmu Teknik
Datestamp
2018-07-28 03:06:04
Abstract :
Bahan bakar fosil yang terus menerus kian menipis ,kini ada kebutuhan energi yang dapat memanfaatkan energi terbarukan seperti energi surya untuk keperluan industri. Indonesia diberkati dengan sinar matahari yang cukup sepanjang tahun dengan potensi bervariasi yakni antara 4,8 kWh / m2 / hari menjadi 5,2 kWh / m2
/ hari. Potensi tersebut dapat digunakan, misalnya, untuk mengeringkan produk pertanian, dengan mengembangkan mesin pengering buatan yang dapat beroperasi secara mandiri tanpa bergantung pada kondisi cuaca. Karena tren yang terus- menerus terjadi dalam perubahan iklim seperti , hujan dapat jatuh pada saat panen raya tiba , yang membuat pengeringan matahari langsung secara tradisional tidak mungkin dapat untuk dilakukan . Terkait dengan itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kelayakan ekonomi dari mesin pengering surya hybrid ICDC tipe Pancuran untuk pengeringan gabah yang kini dikembangkan di Universitas Darma Persada. Pengering surya terdiri dari hopper pakan, blower sentrifugal, konveyor pneumatik dan struktur transparan yang bertindak sebagai ruang pengering yang berisi hopper dengan vortex di bagian atas. Uji dengan 104 kg beras kasar menunjukkan bahwa waktu pengeringan yang dibutuhkan untuk mengurangi kadar air beras kasar dari 28,4% bb dengan kelembaban akhir dari
14,3% bb adalah 5 jam. Selama pengujian suhu pengeringan dijaga konstan pada
50?C dan RH dari 21,73%. Daya yang diperlukan untuk conveyor pneumatik adalah 581 W pada rata-rata dengan masukan energi total 234.775MJ termasuk LPG dan radiasi matahari efisiensi pengeringan yang dihasilkan adalah 21.4.0% dengan energi spesifik dari 15,8 MJ / kg air yang diuapkan. Tes lain menggunakan 200 kg dengan m.c. awal dari 27,3% wb.of gabah telah menunjukkan bahwa waktu pengeringan yang diperlukan untuk mencapai kelembaban akhir 14,3% adalah 8 jam. Selama pengujian suhu pengeringan dijaga
pada 47oC, dan RH 21,7%. Efisiensi pengeringan.32.3% dan energi spesifik 10.54
MJ ?kg air yang diuapkan. Dari analisis ekonomi disarankan agar menggunakan
6
sistem sewa dengan memasukkan biaya mesin dengan tingkat sewa Rp.950/kg gabah basah. Untuk kondisi ini bunga bank digunakan pinjaman lunak sebesar
4%/tahun. Disamping itu terjadi peningkatan biaya produksi sebesar 1%/tahun pada 5 tahun pertama kemudian meningkat sebesar 2%/tahun pada lima tahun sesudahnya. produksi pertahun terjadi peningkatan. Setelah 5 tahun terjadi renovasi sebesar 50% dari harga mesin sekarang dan bila keuntungan dikenakan pajak 25% maka BEP terjadi pada 5 tahun, ROI 8.6% dan NPV, Rp. 55928578.74