Abstract :
Kelompok barongsai dibentuk untuk melestarikan kembali kebudayaan leluhur
etnik Tionghoa. Selain itu, juga untuk mendapatkan kesetaraan hak antara etnik
Tionghoa dan non Tionghoa. Uniknya, pemain barongsai Kong Ha Hong terdiri dari
kalangan Tionghoa dan non Tionghoa.
Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan
data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Hasil dari
pengumpulan data tersebut menunjukkan bahwa barongsai Kong Ha Hong
mencerminkan miniatur masyarakat Indonesia yakni terdiri dari beragam agama, etnik,
dan budaya. Multikulturalisme dijadikan pedoman bagi kelompok barongsai ini dalam
menjaga hubungan antaretnik Tionghoa dan non Tionghoa. Dengan keberagaman
tersebut kemudian melahirkan nilai-nilai positif dalam menjaga interaksi antar pemain
dan di dalam bermasyarakat. Nilai-nilai dimaksud antara lain, tidak mempermasalahkan
adanya perbedaan, adanya rasa toleransi di setiap individu, munculnya identitas bersama,
dan adanya kesediaan bekerja sama.