DETAIL DOCUMENT
ANALISIS PENGERINGAN KAYU PINUS PADA SUHU 70-80áµ’C UNTUK PENGEMASAN KAYU MENGGUNAKAN PEMANAS ELECTRIC PADA MESIN OVEN KAYU
Total View This Week0
Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Rizky Febry, Wijayanto
Subject
674.8 Wood Product/Produk Kayu, Industri Kayu 
Datestamp
2022-01-13 06:16:58 
Abstract :
Didunia industri pergudangan (warehousing) salah satu equipment yang sangat penting adalah pallet. Pallet merupakan fasilitas angkut berbentuk kotak datar untuk alas sebuah barang atau tatakan yang sering digunakan untuk menyimpan dan mengangkut barang. Permintaan akan kebutuhan pallet kayu semakin meningkat. Hal inilah yang tentu saja meningkatkan pula permintaan akan bahan dasar pembuat pallet, yaitu kayu. Kami bertujuan untuk mengembangkan metode kontrol untuk menilai kepatuhan terhadap Standar Internasional Phytosanitary Measures No. 15 (ISPM 15) perlakukan panas bahan kemasan kayu dengan sifat fisika kimia dan pendekatan kemo-metrik. Larix leptolepis (Siebold & Zucc.) (Gordonlarch), Pseudotsuga menziesii (Douglas fir) dan Picea jezoensis (spruce) sebagai sampel kayu digunakan dalam penelitian ini. Pengolahan kayu dengan ISPM 15 tidak mengubah sifat fisika-kimianya. Pada pengolahan kayu ISPM 15, kadar air inti kayu kira-kira 6% terlepas dari jenis kayunya, sedangkan sebelum perlakuan panas adalah 10-12%. Diantara parameter kayu yang berbeda, kadar air dapat diklasifikasikan menurut PCA sesuai pemrosesan ISPM 15, yang dapat dengan mudah diubah dengan perlakuan panas ringan. Hasil yang didapatkan dalam penelitian pada pengeringan balok dan papan dengan suhu pengeringan dengan menggunakan variasi suhu 70?C, 75?C dan 80?C dengan kecepatan udara masuk pada blower 3 m/s, 3,7 m/s dan 4,2 m/s dengan kadar air yang didapatkan ialah 12.5% dan 12% pada sampel pertama, 13,6.1% dan 11% pada sampel kedua , 13,5% dan 12.6% pada sampel ketiga. 
Institution Info

Universitas Darma Persada