Abstract :
PT. Gelora Aksara Pratama merupakan perusahaan supplier yang
memproduksi buku untuk dipasarkan oleh PT. Erlangga Group, percetakan sebagai tempat memproduksi secara massal tulisan dan gambar, terutama dengan tinta diatas kertas sebuah mesin cetak. Dalam hal ini kualitas menjadi sangat penting dalam memilih produk disamping faktor harga yang bersaing, mencari berbagai macam cara untuk menarik perhatian dan mendapatkan kepercayaan konsumen. Pada penelitian ini saya mengamati sebuah produk yang
dihasilkan departemen produksi divisi cetak web, produk yang di hasilkan pada divisi ini berupa katern buku. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, didapatkan adanya kecacatan yang terjadi selama proses produksi katern buku yakni besarnya jumlah produk yang cacat pada hasil produksinya.
Pada penelitian ini dilakukan peningkatan kualitas proses pencetakan katern buku menggunakan metode Six Sigma dan pendekatan Taguchi. Hal yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah melakukan tahap pendefinisian jenis cacat yang sering terjadi pada proses pencetakan katern buku, selanjutnya melakukan perhitungan untuk mengetahui level sigma dari jumlah produk cacat tersebut, setelah itu dilakukan analisis untuk mengetahui apa saja hal yang dapat menyebabkan terjadinya kecacatan pada proses produksi. Pada tahap improvement jenis cacat kritis yang sering ditemui dan penyebab kecacatannya
kemudian diprioritaskan agar dilakukannya suatu eksperimen untuk memperoleh kombinasi level parameter optimal proses pencetakan katern buku meggunakan pendekatan metode Taguchi. Hasil dari perbaikan kemudian dilihat pada tahap control apakah jenis cacat yang terjadi setelah perbaikan berada pada batas
kendali ataupun tidak.
Berdasarkan hasil pengolahan data tersebut dapat disimpulkan penyebab cacat yang sering ditemui yaitu katern kotor. Berdasarkan hasil eksperimen, dengan menggunakan metode Taguchi, didapatkan kombinasi level parameter optimal pencetakan katern buku yaitu Nilai pH pada campuran air pembasah sebesar 5,2 pH, Nilai density tinta sebesar 1,2 µs, dan Settingan unit pembasah (spraybar) 30ml/liter pada mesin. Hasil dari analisis dan pengolahan data setelah dilakukan
perbaikan mengalami peningkatan kearah positif. Hal tersebut dapat dibuktikan dari persentase kecacatan yang sebelumnya sebesar 6,0% menjadi 1,83%. Level sigma yang sebelumnya sebesar 3,67