Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ragam manfaat yang dimiliki oleh wasabi pada penggunaanya sebagai penyedap rasa sushi dan sashimi dari sisi budaya dan kesehatannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan cara mengumpulkan data-data dan kemudian menganalisisnya. Data-data diambil dari buku-buku penunjang, jurnal ilmiah serta website dari sumber resmi yang dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa wasabi sebagai penyedap rasa sushi dan sashimi ternyata memiliki cerita, makna dan manfaat yang luar biasa di baliknya. Bagi orang Jepang makanan yang pada dasarnya berasal dari alam haruslah memiliki rasa yang dekat dengan alam sehingga makanan di Jepang memakai bumbu yang sangat sedikit agar dapat mempertahankan cita rasa yang asli dari makanan tersebut. Dengan menggunakan wasabi sebagai penyedap rasa sushi dan sashimi ini bertujuan untuk menambah cita rasa alami yang dimiliki oleh sushi dan sashimi. Selain itu juga demi kenyamanan dan keindahan dalam penyajian makanan Jepang. Kenyamanan mengonsumsi sushi dan sashimi sebagai penghilang bau amis pada ikan mentah dan keindahan dalam penyajiannya. Akan tetapi, meskipun sushi dan sashimi sudah dianggap sebagai makanan yang sehat dan bernutrisi tinggi, ternyata juga memiliki potensi risiko kesehatan seperti menelan bakteri patogen atau parasit yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan para konsumennya. Zat Allyl-isothiocyanate (AIT) yang terkandung di dalam wasabi sebagai senyawa alaminya ini memiliki efek antimikroba yang sangat kuat terhadap bakteri Escherichia Coli, Salmonella Typhimurium, Pseudomonas Aeruginosa, dan bakteri patogen lainnya yang didapati pada daging-daging mentah seperti pada sushi dan sashimi sehingga penggunaan wasabi sebagai penyedap rasa sushi dan sashimi dapat meminimalisir terjadinya kontaminasi bakteri patogen bawaan makanan pada sajian sushi dan sashimi bagi kesehatan para konsumennya.