Abstract :
Dalam0pelaksanaan suatu proyek, ada0dua kemungkinan0yang
bisa terjadi yaitu berhasil atau gagal. Proyek akan akan dikatakan efektif
jika proyek selesai sesuai jadwal dan rencana pengeluaran benar, jika tidak
maka akan mengecewakan jika proyek itu terlambat atau pengeluaran
proyek bertambah. Kegagalan dalam melakukan proyek umumnya
disebabkan oleh tidak adanya penataan yang0baik dan menyeluruh
sehingga0pada akhirnya0tidak dapat meningkatkan nilai0proyek atau bisa
disebut dengan0Non Value-Adding0Activities atau0bisa juga0disebut
pemborosan.
Untuk0mengatasi hal0tersebut, kita bisa menerapkan pendekatan
Lean0Project0Management (LPM). Di LPM, ada0beberapa aturan yang
bisa kita0terapkan dalam tahapan penyusunan dan pengerjaan0proyek.
Mengenai masalah0perencanaan manajement proyek0yang baik, tidak
dapat dipisahkan dari perencanaan proyek0yang baik0pula, sehingga
menggunakan metode0penjadwalan baru0yaitu CCPM.
Berdasarkan0hasil identifikasi0pada proyek DAM Telemetry System
Instalation, didapatkan waste0yang berpotensi0muncul saat0pelaksanaan
proyek0yaitu Defects, Non-Utilized Tallent dan extra-Processing. Waste
yang terjadi pada proyek ini disebabkan karena factor waktu kerja yang
kurang disiplin dan banyak material terbuang, Untuk0menghindari hal
tersebut diperlukan beberapa0tindakan seperti memperbaiki perilaku0kerja
dan mengubah desain produk. Adanya pemborosan akan0mengakibatkan
keterlambatan0proyek, untuk0itu terdapat safety0time (buffer time) yang
terdapat0dalam penjadwalan0dengan metode0CCPM. Dari0hasil
pengolahan waste0menggunakan penjadwalan0CCPM diketahui bahwa
efisiensi proyek adalah 33 hari dan penghematan biaya sebesar Rp
45.900.000.