Abstract :
Perpindahan informasi antar divisi pada PT. Lion Metal Works Tbk saat ini
masih berupa lembaran kertas untuk menyampaikan informasi. Kesalahan dan
keterlambatan penyampaian informasi merupakan kendala yang dialami oleh PT.
Lion Metal Works Tbk, terutama dalam aspek persediaan bahan baku.
Lambatnya perusahaan dalam menerima informasi persediaan bahan baku
mengakibatkan perencanaan dan proses produksi yang tertunda karena
kekurangan persediaan bahan baku dan kesalahan informasi, hal itu
berpengaruh pada Customer Lead Time. Tujuan penelitian ini adalah untuk
merancang sistem ERP pada persediaan bahan baku guna memperbaiki aliran
informasi secara terkomputerisasi dan dapat diakses secara realtime.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah forecasting, untuk
meramalkan permintaan sekaligus mengetahui rencana pengadaan bahan baku.
Selain itu metode lain yang digunakan adalah permodelan Data Flow Diagram,
untuk menggambarkan aliran data. Diawali degan identifikasi proses bisnis
pengendalian persediaan bahan baku pada divisi purchasing, produksi,
warehouse, dan sales. Setelah mengamati proses bisnis yang berjalan di PT.
Lion Metal Works Tbk kemudian membuat usulan proses bisnis. Rancangan
proses bisnis yang terintegrasi akan disesuaikan pada sistem informasi aplikasi
ERP Adempiere. Selanjutnya melakukan peramalan dengan metode Double
Moving Average, Double Exponential Smoothing Brown, dan Double
Exponential Smoothing Holt. Adapun uji kesalahan peramalan yang dihitung
meliputi Mean Absolute Error, Mean Squared Error, dan Standart Deviation Error.
Hasil uji kesalahan peramalan yang memiliki tingkat error yang paling kecil
adalah metode Double Exponential Smoothing Brown dengan nilai Mean
Absolute Error 222,1, Mean Squared Error 58.924,3 dan Standart Deviation Error
255,87.
Berdasarkan hasil pengolahan data dan perancangan aplikasi Adempiere,
dapat diketahui bahwa sistem ERP aplikasi Adempiere dapat meningkatkan
efisiensi serta dapat meminimalisir waktu pengambilan keputusan ketika
perencanaan pemesanan persediaan bahan baku karena setiap informasi bisa
diakses oleh masing-masing divisi secara realtime. Kelancaran produksi dan
penyerahan produk kepada customer dengan demikian bisa tepat waktu.