Abstract :
Dalam memenuhi kebutuhan pelanggan di PT. Chuhatsu Indonesia
menghadapi permasalahan dalam pengendalian kualitas produk yaitu
kualitas produk yang tidak sesuai standar. Jenis leaf spring pada
PT.Chuhatsu Indonesia yaitu pada proses tempering. Tujuan dilakukannya
penelitian ini adalah untuk memberikan usulan perbaikan produk leaf spring
pada PT. Chuhatsu Indonesia. Identifikasi parameter penyimpangan mutu
terbesar dilakukan dengan menggunakan seven
tools,
kaizen,spc,checksheet,dan pdca Peta Kontrol. Berdasarkan pareto. proses
hbd tempering pada pembuatan produk Leaf Spring (per daun dan
menerapkan metode Kaizen dengan tool PDCA (Plan, Do, Check, Action)
sebagai alternatif pengurangan defect dari hasil proses hbd tempering pada
pembuatan produk Leaf Spring (per daun). pada data bulan Juli 2019
menunjukkan total unit reject yang dihasilkan di PT. Chuhatsu Indonesia
khususnya di area proses Tempering leaf spring tercatat sebanyak 21 pcs
unit dengan unit reject produk leaf spring. Faktor kerusakan yang paling
berpengaruh diperoleh dengan melakukan analisis FMEA. Tiga RPN
tertinggi yaitu pada penyebab kegagalan pada faktor mesin yaitu material
terlalu panas atau terlalu dingin menyebabkan HBD tidak standart dengan
nilai RPN sebelum sebesar 128 dan sesudah perbaikan 16. Usulan
perbaikan pada penelitian ini dengan menggunakan konsep kaizen berupa
siklus PDCA (Plan Do Check Action) dan standarisasi.