Abstract :
Sistem yang dibangun secara terkomputerisasi mampu meningkatkan
produktivitas perusahaan dan membantu para karyawan mengolah dan
mendapatkan data menjadi lebih cepat serta mengurangi biaya-biaya yang tidak
diperlukan. PT. Jasa Armada Indonesia atau yang dikenal dengan nama IPC Marine
adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pengadaan pelayanan dan
penundaan kapal yang memiliki wilayah diantaranya Pulau Sumatera (Teluk Bayur,
Bengkulu, Jambi, Panjang, Pangkalan Balam, Palembang, dan Tanjung Pandan),
Pulau Jawa (Tanjung Priuk dan Cirebon), serta Kalimantan (Pontianak)..
Permasalahan yang terjadi di PT. Jasa Armada Indonesia Jakarta adalah proses
pencatatan barang yang masuk dan keluar masih mengalami tumpang tindih, yang
mengakibatkan barang yang ada di warehouse mengalami penumpukan dan tidak
adanya pencatatan data supplier yang mengirimkan barang ke PT. Jasa Armada
Indonesia. Oleh karena itu, sistem informasi persediaan barang dibuat untuk
membantu staff warehouse dalam melakukan pendataan barang yang masuk
maupun barang yang keluar dari warehouse berdasarkan tanggal dan memudahkan
staff dalam proses pemantauan stok barang yang tersedia serta mampu mencatat
data supplier yang mengirimkan barang ke PT. Jasa Armada Indonesia.
Metode yang digunakan diantaranya adalah First In First Out (FIFO) yang
digunakan untuk menyelesaikan masalah penumpukan barang dan metode waterfall
untuk pengembangan sistem dan mencatat data supplier yang terdiri dari beberapa
tahapan yaitu requirement analysis, system design dengan menggunakan UML
(Unified Modelling Language), implementation, Integration & Testing, dan
Operation and Maintenance.