Abstract :
Kedutaan Besar Bekasi merupakan ruang serta media kolektif yang
bergerak pada kreatif industri serta memberikan ruang bagi para seniman muda
untuk bereksplorasi dan berkolaborasi untuk membantu para seniman menjual
merchandise hasil tangan mereka, banyaknya seniman muda yang berkolaborasi
akhirnya berlebihan produksi, dan biaya untuk produksi untuk membuat
merchandise jadi sangat tidak terkendali. Hal tersebut membuat produksi
merchandise memiliki permasalahan yaitu selalu produksi merchandise dimana
permintaan tidak selalu ada yang mengakibatkan biaya produksi jadi berlebihan.
Oleh karena itu untuk megatasi masalah dibutuhkan sistem penekanan biaya
produksi merchandise pada Kedutaan Besar Bekasi dengan menggunakan metode
EOQ (Economic Order Quantity) dengan membuat sebuah sistem yang dapat
digunakan untuk membantu menekan biaya produksi, sehingga tidak terjadi biaya
produksi yang terlalu berlebihan pada saat produksi merchandise, yang sebelumnya
memakan biaya sehingga biaya tidak terkendali. Metode pengembangan system yang
digunakan adalah system development life cycle (SDLC) dan menggunakan metode EOQ
(Economic Order Quantity). Penelitian ini menghasilkan sebuah sistem rancang bangun
sistem informasi penekanan biaya produksi merchandise menggunakan metode EOQ
(Economic Order Quantity) pada komunitas kedutaan besar Bekasi.