Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganilisis kinerja keuangan
perusahaan sebelum dan setelah merger dan akusisi periode data laporan keuangan
pada Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2014-2018 dengan metode rasio likuiditas
(CR), solvabilitas (DAR, DER), aktivitas (TATO), profitabilitas (NPM, ROA, ROI,
ROE), rasio pasar (EPS, PER, PBV), MVA dan EVA. Jenis penelitian ini adalah
metode kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Teknik pengambilan sampel
dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Hasil penelitian yang dilakukan
menunjukan bahwa hasil penelitian dari rasio likuiditas (CR) dan rasio pasar (EPS)
mengalami peningkatan pasca merger dan akuisisi. Namun pada rasio solvabilitas
(DAR, DER), aktivitas (TATO), profitabilitas (NPM, ROA, ROI, ROE), rasio pasar
(PER, PBV) dan MVA serta EVA cenderung menurun pasca merger dan akuisisi
hal ini disebabkan karena perusahaan belum mampu mengelola asetnya dengan
baik untuk menghasilkan kinerja keuangan yang baik pasca merger dan akuisisi.
Berdasarkan analisis dari penilaian rasio keuangan tersebut, penurunan yang terjadi
dapat mencerminkan bahwa kegiatan merger akuisisi yang telah dilaksanakan
memberikan dampak negatif terhadap kinerja keuangan.