Abstract :
Penelitian ini membahas tentang analisis interferensi penggunaan kalimat
pasif tak langsung -rareru dan jyueki hy~gen -te morau dalam terjemahan
Indonesia-Jepang yang dibuat oleh mahasiswa Universitas Darma Persada
angkatan 2010-2011. Sebenarnya, meskipun
te
morau bukan termasuk ke dalam
pola kalimat pasif bahasa Jepang, namun jika diterjemahkan ke dalam bahasa
Indonesia maka dapat dipahami sebagai kalimat pasif. Selain itu karena pada
bahasa Indonesia tidak ditemui kalimat pasif tak langsung maka hal itu
membingungkan mahasiswa dalam membuat kalimat pasif tak langsung bahasa
Jepang.
Data yang digunakan pada penelitian ini ialah dengan menggunakan angket.
Angket terse but bcrisikan 15 soal. Soal I-6 merupakan soal terjemahan dari
bahasa Indonesia ke bahasa Jepang. yang terbagi menjadi dua bagian yaitu
terjemahan essai I-6 dan terjemahan pilihan 7-15. Angket tersebut disebar ke 40
orang koresponden yang diistilahkan dengan sebutan 'PBJ
atau 'Pemelajar
Bahasa lepang.
Berdasarkan hasil angket tersebut, sebesar 60
% PB.J tidak bisa memahami
penggunaan -rareru dan -te morau dengan benar. Oleh karena itu, penulis
berpendapat bahwa sebaiknya digunakanlah metode belajar dan mengajar yang
mempermudah mahasiswa untuk mengerti tentang penggunaan rareru dan -te
morau.