DETAIL DOCUMENT
PEMBERONT AKAN BERAS 1918 ( KOME SODO)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Tia, Hasnati
Subject
338 Production, Industrial Economics/Produksi, Ekonomi Industri 
Datestamp
2024-01-11 07:08:41 
Abstract :
Pada masa Perang Dunia I permintaan Sekutu (Inggris, Prancis, Amerika dan beberapa negara lain) atas tekstil dan barang-barang industri sangat tinggi sehingga terjadi kemakmuran dalam waktu sekejap dalam perekonomian Jepang. Yang diikuti oleh inflasi yang terns memburuk sejak tahun 1916 sehingga tingkat upah terns jatuh dibawah harga barang dan harga beras melambung lebih tinggi lagi. Keadaan ini dimanfaatkan oleh para spekulator dengan menahan beras yang akan dipasarkan sehingga harga beras naik lebih tinggi lagi. Rakyat yang sudah tidak tahan dengan keadaan ini mulai gelisah. Diawali oleh protes yang dipimpin oleh para istri nelayan di desa kecil di Toyama, arus protes segera meluas ke seluruh Jepang. Dimulai dengan pertemuan-pertemuan membicarakan bagaimana cara mengatasi harga beras, mengajukan tuntutan-tuntutan mengenai hal itu dan berlanjut dengan demonstrasi yang kemudian berkembang menjadi kerusuhan, menghancurkan bangunan, bentrokan fisik dengan aparat kepolisian dan bentuk kekerasan lainnya. Protes yang diwamnai dengan kekerasan biasanya terjadi di perkotaan, sedangkan protes di pedesaan relatif lebih damai. Pemberontakan beras berakhir dengan ditangkapnya lcbih dari lima ribu orang untuk diadili. Harga bcras diturunkan walaupun kcmudian naik lagi. Dan basil yang paling nyata adalah mundurnya kabinct Tcrauchi. 
Institution Info

Universitas Darma Persada