Abstract :
Bentuk CZ 'te iru' dan
t 'te ita' memiliki dua makna yaitu
dan
makna dasar
makna turunan. Dalam penelitian ini penulis menganalisis
tentang makna perfektif yang merupakan salah satu ragam dari pada makna
turunannya. Bagi pembelajar bahasa Jepang untuk dapat membedakan istilah
dan
perfect
hal
lampau merupakan
yang sulit.
Analisis dilakukan dengan cara mengumpulkan data dari novel dan cerita
anak-anak berbahasa Jepang. Lalu diklasifikasikan lagi menjadi tiga bagian yaitu
id ±--7± (kako paafekuto), 5lz3--7 ±?
(genzai paafekuto) dan
kl3---7 ±?
(mirai paafekuto).
Dari basil analisis didapat bahwa di dalam kalimat perfektif selalu terdapat
tiga titik waktu yaitu waktu referensi (RT), waktu terjadinya peristiwa (ET) dan
waktu terjadinya ujaran (ST). Selain itu perfektifterdiri
dari
unsur aspek kanseisei
dan kouryoku no jizolcu
dan
juga dibentuk oleh unsur kala senkousei. RT baik
berupa anak kalimat maupun kalimat tunggal merupakan sebuah titik waktu yang
terdapat sesaat sebelum ET. Sedangkan ET adalah sebuah titik waktu yang
mengandung dua unsur aspek sekaligus yaitu kanseisei
dan
kouryoku no jizolcu.
Oleh karena itu bentuk Z 'te iru'
dan vt
'te ita' yang memiliki
makna perfektif, bukan memiliki makna berkelanjutan melainkan menjelaskan
tentang keadaan dimana terdapat waktu referensi yang merupakan rangkaian dari
peristiwa sebelumnya yang telah terealisasi dan meninggalkan efek.