Abstract :
Kata sambung pengalihan adalah kata sambung yang digunakan pada awal kalimat untuk memberitahu pengalihan topik pembicaraan yang lain. Dalam skripsi ini dianalisis mengenai makna dan penggunaan sate, soredewa, tokorode dalam pengalihan kalimat pada bahasa Jepang. Beberapa kata sambung tersebut memiliki makna yang sama namun masing-masing memiliki perbedaan dalam penggunaannya.
Hasil anlisis ini adalah bahwa sate, soredewa, dan tokorode memiliki makna yang sama di beberapa kondisi, namun dikondisi yang lain juga masing-masing memiliki ciri-ciri dalam penggunaannya dan makna yang dinyatakannya. Selain itu dapat saling bersubstitusi dan adapula yang tidak dapat saling bersubtitusi. Pada penelitian ini, penulis rnenggunakan beberapa teori dari pakar linguistik Jepang yaitu Tomita Takyuki, Iori Isao, Takanishi Shino, Nakanishi
Sumiko, Yamada Toshihiro, dan buku Setsuzokushi no
Tsukaikata.