Abstract :
Setelah Jepang mengalami kekalahan dalarn Perang Dunia ke II, Jepang
menyadari bahwa kekalahannya tersebut disebabkan oleh keterbelakangan dalam
ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, pemerintah Jepang mengutamakan
kemajuan ekonomi industri dari pada ekonomi militer. llmu pengetahuan dan
teknologi dari negara Barat mulai masuk setelah Jepang membuka diri untuk dunia I
luar. Masuknya ilmu pengetahuan dan teknologi Barat mengakibatkan majunya \
industri Jepang, sehingga banyak pabrik yang didirikan. Hal ini menyebabkan
timbulnya masalah polusi pada lingkungan hidup akibat kegiatan industri tersebut.
Menteri Lingkungan Jepang Yuriko Koike prihatin
·,
atas
masalah pencemaran
lingkungan tersebut, maka ia membuat suatu gerakan untuk menanggulangi sampah
hasil industri Jepang. Gerakan itu disebut dengan nama "Mottainai Furoshiki".
Mottainai Furoshiki adalah suatu gerakan di dalam kehidupan masyarakat
Jepang sehari-hari untuk mempertahankan keadaan lingkungan hidup dengan
menggunakan furoshiki (kain tradisional Jepang). Hal ini bisa dijadikan sebagai salah
satu cara pengganti penggunaan kantong plastik. Sarnpah/limbah
akan
bertambah jika
menggunakan plastik yang sekali pakai lalu langsung dibuang. Tetapi furoshiki
berbeda dengan kantong plastik, furoshiki dapat digunakan untuk berbagai keperluan
dan dapat digunakan berulang-kali serta ramah lingkungan.