Abstract :
Masyarakat Jepang adalah masyarakat yang memegang teguh kepercayaan
tradisional dan adat istiadatnya. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya
perayaan atau upacara keagamaan yang masyarakat Jepang lakukan untuk
menyembah dewa dan memohon keselamatan dalam kehidupan mereka.
Salah satu perayaan tersebut adalah Hina Matsuri. Yaitu, Festival Boneka
atau disebut juga dengan Festival Anak Perempuan, yang dirayakan pada
tanggal 3 Maret dan termasuk dalam lima sekku. Dalam festival ini, keluarga
yang mempunyai anak perempuan memajang boneka-boneka hina yang
sangat indah di rumah mereka. Kemudian mengundang teman-teman
mereka untuk melihat dan mengagumi boneka yang dipajang sambii
menikmati hidangan istimewa. Susunan pemajangan boneka terdiri dari lima
sampai tujuh tingkat dan boneka-boneka tersebut mempunyai fungsi masing
masing yang menggambarkan kehidupan istana pada zaman dahulu. Asal
usul perayaan ini berasal dari unsur China. Meskipun demikian, legenda yang
melatarbelakangi perayaan tersebut memiliki cerita yang berbeda, walaupun
makna didalamnya tidak berbeda. Perayaan yang ditujukan untuk anak
perempuan ini memiliki berbagai fungsi yang dapat berguna bagi masyarakat
Jepang, terutama bagi anak perempuan. Selain itu, merupakan bentuk
ungkapan kasih sayang orangtua terhadap anak perempuannya dan agar
selalu diberi perlindungan oleh dewa mereka.