Abstract :
Matsuri di Jepang ada 2 macam yaitu matsuri yang
mengandung unsur keagamaan, diadakan untuk menyembah
Dewa. Matsuri yang kedua adalah matsuri yang hanya
bersifat hiburan. Matsuri di Jepang tidak hanya ditujukan bagi orang dewasa saja tetapi ada juga matsuri yang ditujukan bagi
anak-anak antara lain Hina Matsuri, Tango no Sekku, Shichigosan, dan lain-lain. Sedangkan contoh matsuri
untuk orang dewasa adalah Hadaka Matsuri, Tanabata, Seijin no Hi dan lain-lain.
Kebiasaan ini dihubungkan dengan kepercayaan bahwa
anak berusia 3, 5 dan 7 tahun sangat mudah mendapatkan
kesialan, oleh karena itu mereka sangat membutuhkan
perlindungan Dewa. Di Jepang, seseorang baru dapat
diterima dalam masyarakat adalah ketika sudah berusia 7 tahun. Bahkan di kuil-kuil yang ada di Jepang, seorang
anak dapat diterima menjadi seorang Ujiko (jemaat kuil)
adalah apabila sudah berusia 7 tahun.