Abstract :
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui
bagaimana bentuk bantuan pemerintah Jepang bagi
hibakusha pasca tragedi dijatuhkannya bom atom oleh
Sekutu di kota Hiroshima dan Nagasaki. Asurnsi penulis
bahwa bantuan tersebut dapat berupa barang atau
kebutuhan hidup korban bom, dapat juga berupa uang
yang merupakan bantuan dari World Bank (Bank Dunia)
maupun PBB
(Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan juga
bantuan tersebut dapat berupa kebijakan-kebijakan
yang ditetapkan oleh pemerintah bagi para korban bom
atom.
Agustus 2005 nanti, masyarakat Jepang akan
rnemperingati 60 tahun peringatan tragedi jatuhnya born
atom di kota Hiroshima dan Nagasaki. Peringatan ini
biasanya diperingati di pusat ledakan atau hypocenter
yang bangunannya sekarang sudah dijadikan Tarnan
Peringatan Perdarnaian Hiroshima. Biasanya setiap
tanggal 6 Agustus, tarnan ini selalu dipenuhi oleh
hibakusha dan juga rnasyarakat Jepang yang turut
mendoakan para arwah kerabat, keluarga dan juga
orang-orang Jepang rnaupun asing yang ikut menjadi
korban keganasan Sekutu. Dalam setiap peringatan
tragedi Hiroshima dan Nagasaki, para peziarah yang
hadir selalu merninta kepada pemerintah Jepang agar
penggunaan senjata nuklir yang sangat membahayakan
kehidupan manusia itu dapat dihapuskan agar dapat
terwujud perdamaian dunia.