DETAIL DOCUMENT
DISKRIMINASI GENDER PADA WANITA PEKERJA PART-TIME GOLONGAN USIA 30-60an PERIODE 1990-2000an
Total View This Week0
Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Arsi, Widiandari
Subject
305 Social Groups/Kelompok-kelompok Sosial 
Datestamp
2024-06-20 03:54:00 
Abstract :
Ada berbagai macam sebutan untuk pekerjaan paruh waktu di Jepang, yaitu arubaito, naishoku, furitaa dan part-time. Mayoritas pekerja part-time di Jepang adalah wanita. Pada umumnya, wanita Jepang yang telah menikah akan berhenti bekerja karena ia harus mengurus rumah tangganya. Akan tetapi factor ekonomi mengharuskan mereka untuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Oleh karena itu, part-time dipilih karena adanya fleksibilitas antara rumah tangga dengan bekerja. Pekerja part-time menerima gaji yang rendah, minimnya fasilitas dan status yang berbeda dengan pekerja full-time. Salah satu masalah yang terjadi pada pekerja part-time adalah adanya diskriminasi gender, yaitu adanya pembagian pekerjaan berdasarkan jenis kelamin, perbedaan jam kerja, dan diskriminasi gaji. Sebaliknya, jumlah wanita pekerja part-time terus meningkat. 
Institution Info

Universitas Darma Persada