Abstract :
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui
bagaimana proses pembukaan pelabuhan Yokohama.
Pada awalnya Jepang tidak ingin membuka diri
terhadap dunia luar dan melakukan politik isolasi
(sakoku) dengan tujuan untuk mempertahankan sistem
masyarakat feodal dan menghindarkan diri dari campur
tangan yang dipengaruhi oleh bangsa Barat yang membawa
misi agama Kristen.
Penulis berasumsi bahwa proses pembukaan pelabuhan
Yokohama karena adanya desakan dari bangsa Barat yang
dimulai kedatangan Komodor Perry lalu penandatanganan
Perjanjian Persahabatan Jepang-Amerika dilanjutkan dengan
ditandatanganinya Perjanjian Perdagangan Jepang-Amerika.
Politik sakoku berlangsung lama yakni kurang lebih
dua setengah abad lamanya dan selama masa itu pula
kehidupan Jepang terisolasi dari informasi yang datang
dari luar negeri. Akhirnya karena desakan yang
dilancarkan oleh bangsa Barat makin gencar dan sangat
menekan Jepang maka pada tahun 1854 Jepang menandatangani
perjanjian persahabatan dengan Amerika Serikat. Setelah
adanya perjanjian tersebut maka Amerika menginginkan
untuk melakukan hubungan dagang dengan Jepang dan pada
tahun 1858 ditandatanganilah perjanjian dagang antara
Amerika dengan Jepang.
Akibat dari perjanjian dagang Amerika-Jepang di
bukalah empat pelabuhan untuk perdagangan bebas dengan
luar negeri. Salah satunya adalah pelabuhan Yokohama yang
dibuka pada tahun 1859.