Abstract :
Keluarga Berencana di Cina mulai diperkenalkan oleh Pemerintah pada
tahun 1956. Ketika itu Cina sedang mengalami masa pemulihan setelah merebut
kemerdekaannya tahun 1949. Pembangunan dilaksanakan di berbagai sektor
terutama memulihkan sarana-sarana yang rusak akibat perang Pemerintah
mengira akan semakin baik apabila negara memiliki semakin banyak rakyat
hingga makin banyak tenaga yang dapat dikerahkan untuk menunjang
pembangunan. Pemerintah sama sekali tidak khawatir akan keadaan jumlah
penduduknya, malah Mao Zedong, pemimpin Cina waktu itu, pada tahun 1953an
membanggakan keadaan jumlah penduduk Cina yang amat banyak itu kepada
dunia internasional. Perkiraan jumlah penduduk setelah kemerdekaan sebanyak
470 juta jiwa, kemudian naik menjadi 540 juta jiwa pada tahun 1952. Ketika
diadakan Sensus Penduduk Nasional pertama pada tahun 1953, pemerintah
baru dikejutkan akan lonjakan jumlah penduduk yang sudah mencapai 602 juta
jiwa.'