Abstract :
Pemakaian tata bahasa DU FU sangat formal. Du Fu tidak memanfaatkan makna kata lain seperti homofon, sinonimi, atau ekuivalensi yang bisa lebih memperindah puisinya. Du Fu memanfaatkan tiga gaya bahasa yang menarik, yaitu antitesis, paralelisme, dan personifikasi. Umumnya Du Fu menggunakan angan-angan yang terlihat oleh mata dengan memanfaatkan kata-kata gunung, sungai, rumput, pohon, bunga, meneteskan, air mata, burung, api suar, keluarga, surat, uang, putih, rambut, digaruk, pendek, menyemat.
Tetapi unsur-unsur yang terdapat dalam puisi ini memiliki keterkaitan yang cukup erat. Keterkaitan bersifat melengkapi, dan menekankan makna.Ketidakformalan salab satu tata bahasa
dilengkapi dengan keformalan atau keunikan salah satu atau beberapa ritme dan gaya bahasa. Ketidakformalan salah satu atau beberapa ritme dan rima dilengkapi dengan keformalan semua kata atau pencitraan. Selain itu, ada beberapa pencitraan yang memberi tekanan pada makna tertentu. Beberapa kata dalam unsur nada bicara,pencitraan, dan ritme memberi tekanan pada makna tertentu.