Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Atik, Novitasari
Subject
782.42 Songs/Lagu, Nyanyian
Datestamp
2024-01-23 08:23:59
Abstract :
Salah satu genre atau jenis sastra adalah puisi. Dalam bahasa Cina, puisi
adalah Shige (it) atau Shici (' i]). Dalam Kamus Istilah Sastra, makna puisi
terbagi 2, yaitu () puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh ritme,
rima, dan tata puitika yang lain; (2) puisi adalah gubahan dalam bahasa yang
bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran
orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan
bunyi, irama, dan makna khusus (Zaidan, 2000). Menurut Kamus Bahasa
Indonesia Kontemporer, lirik memiliki dua arti, yaitu (I) puisi yang
menggambarkan perasaan, dan (2) lagu, nyanyian, atau seni kata lagu.Selain itu,
dalam sebuah artikel di sebuah blog Chordsteria yang diakses tanggal l
September 2012, pada dasamnya menulis Jirik tidak jauh berbeda dengan menulis
puisi, hanya saja di dalam menulis lirik harus diperhatikan keserasian antara lirik
dengan melodi lagu. Selain itu, menurut Wang Longlin (2004), kitab klasik yang
disusun pada masa Dinasti Zhou (Hl), yaitu Shijing (i~!: Kitab Syair), adalah
kumpulan lirik
Cina yang paling awal. Lirik-lirik yang terkumpul dalam Shijing
itu bisa dinyanyikan dengan iringan musik, seperti lirik di masa sekarang.
Dalam sejarah kesusastraan Cina, perk.embangan kesusastraan Cina secara
umum terbagi menjadi 4, yaitu (I) kesusastraan klasik, (2) kesusastraan modern,
(3) kesusatraan kontemporer, dan (4) kesusastraan masa kini. Kesusastraan klasik
berkembang pada masa kedinastian, khususnya sampai masa akhir Dinasti Qing,
yaitu tahun 1840. Kesusastraan modem berkembang dari tahun 1840 sampai tahun
1919. Kesusastraan konternporer berkembang sejak tahun 1919 sampai Republik
Rakyat Cina berdiri di tahun I 949. Sedangkan kesusastraan masa kini
berkembang sejak Republik Rakyat Cina berdiri di tahun 1949 sampai sekarang
(Yang Jizhou, 200 I).