Abstract :
Sekitar abad XVII, Jakarta Kota atau yang pada saat itu dikenal dengan
sebutan Batavia merupakan wilayah yang menampung pendatang yang berasal
dari berbagai wilayah, antara lain Eropa, Arab, India dan Cina. Pendatang dari
Cina kebanyakan tidak membawa serta istri atau wanita-wanita dari Cina,
sehingga terjadi ketidak seimbangan jumlah laki-laki dan wanita Cina. Keadaan ini menyebabkan banyak laki-laki Cina yang menikah dengan wanita dari salah
satu suku di Indonesia. Perkawinan ini menghasilkan keturunan yang disebut sebagai Cina Peranakan.