Abstract :
Di dunia banyak terdapat berbagai macam bangsa dengan
kebudayaan masing- masing. Setiap kebudayaan yang beraneka
macam ragamnya itu tetap dipegang teguh oleh masyarakatnya
meskipun mereka sudah berpindah negara. Kebudayaannya tetap
dijalankan oleh anak-cucunya turun temurun tanpa terputus di
tengah jalan. Tanpa adanya budaya maka kita tidak akan melihat
perbedaan bangsa yang ada di dunia ini, tanpa ada perbedaan itu
pula kita tidak dapat melihat indahnya dunia ini. Ternyata di dunia
ini kita tidak hidup dengan bangsa yang satu macarn tapi berbeda
beda kebudayaan, tapi dengan perbedaan kebudayaan itu kita dapat
menghargai bangsa lain tan pa mengagungkan bangsa sendiri.
Seperti kita ketahui, kita menjalani hidup dengan adanya
perputaran tahun yang seolah-olah tidak berhenti, dan tahun yang
banyak dipakai di dunia selalu dimulai dari bulan Januari dan
diakhiri bulan Desember. Perputaran tahun ini digunakan oleh
sebagian bangsa yang ada di dunia ini.Kebanyakan bangsa
merayakan tibanya awal tahun, ada yang dengan dengan meriah dan ramai, ada yang biasa-biasa saja, tetapi ada pula yang tidak
merayakannya kecuali dengan meliburkan hari itu, seperti tanggal
satu Muharam untuk umat Islam. Masyarakat tradisional Tionghoa
bahkan sudah mempersiapkan perayaan Tahun Baru, yaitu Tahun
Baru Imlek, beberapa hari sebelumnya. Mereka menyediakan
masakan-masakan khusus. Didalam skripsi ini dijelaskan segala
macam makanan pada tahun baru Imlek. Setiap Hari Raya Tahun
Baru Imlek pasti disediakan berbagai macam makanan dalam
rangka merayakan pergantian tahun tersebut. Orang Tionghoa
berharap agar pergantian tahun membawa perbaikan nasib yang
dilambangkan oleh makanan itu.