Institusion
Universitas Darma Persada
Author
H. Ade, Kurnia
Subject
623.8 Nautical Engineering and Seamanship/Teknik Perkapalan, Teknik Nautika dan Ilmu Angkatan laut
Datestamp
2024-06-28 02:42:49
Abstract :
Penulis memilih judul Tugas akhir ini, karena dari beberapa pelabuhan di
Indonesia memiliki karakteristik lingkungan clan perairan yang berbeda-beda,
begitu pula dengan jenis Kapal keruk yang ada memiliki jenis dan fungsi yang
berbeda pula tergantung situasi dan kondisi perairan dan arus lalu lintas
pelabuhan tersebut. Dan penulis akan menjelaskan jenis
dan
ukuran kapal keruk
yang bagaimana yang tepat untuk pelabuhan Semarang dan alur pelayarannya.
Pelabuhan Semarang semula hanya merupakan pelabuhan bongkar muat
biasa, namun pelabuhan ini mengalami kemajuan yang sangat pesat hanya dalam
kurun waktu kurang dari 10 tahun, kesibukan pelabuhan ini dapat dikatakan
sejajar dengan pelabuhan-pelabuhan besar, seperti Tanjung Priok dan Tanjung
Perak. Untuk itu pelabuhan Semarang perlu mendapat perhatian dan pemikiran
juga tindakan yang khusus, karena pelabuhan Semarang merupakan tempat
bongkar muat barang-barang dari kota-kota di Jawa Tengah dan dari segi
ekonomisnya ini jelas snngat menguntungkan sekali.
Bila memperhatikan data statistik yang dimiliki Adpel Semarang dari
tahun ke tahun peningkatan jumlah bongkar muat dan kapal-kapal yang merapat
semakin meningkat tajam karena Semarang merupakan tempat bongkar muat
utama di Jawa Tengah. Untuk kapal-kapal besar dengan jumlah barang yang besar
pula tidak mampu merapat di dermaga sehingga harus bongk:ar muat diluar
dermaga dengan menggunakan tongkang yang secara otomatis biaya
pengangkutan bertarnbah dan imbas terakhir jatuh ke masyarakat yang menerima
harga tinggi. Selain itu kapal besar hams merapat ke pelabuhan besar dekat Jawa
Tengah seperti Tanjung Perak Surabaya atau Tanjung Priok Jakarta yang juga
akan menambah biaya pcngangkutan.
Karena itulah Departemen Perhubungan harus jeli akan kebutuhan
masyarakat yang murah dan mudah sehingga pelabuhan Semarang harus
dilakukan pengerukan yang kedalaman semula 4,5 m LWS menjadi 10 m LWS
guna menanggulangi hal-hal seperti tersebut diatas.