Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Hinur, Tjaroko
Subject
623.8 Nautical Engineering and Seamanship/Teknik Perkapalan, Teknik Nautika dan Ilmu Angkatan laut
Datestamp
2024-06-28 07:28:33
Abstract :
Keselamatan pelayaran, pencegahan pencemaran dan penanggulangan
pencemaran yang terjadi akibat kecelakaan kapal, menjadi masalah bersama umat
manusia dewasa ini.
Pemanfaatan dari hasil ilmu
pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat
berkembang, termasuk transportasi melalui laut, rupanya tidak dapat secara
otomatis menjamin keselamatan pelayaran dan pencegahan pencemaran.
I
Sesuai analisa IMO {International Maritime Organization) dengan
berdasarkan penerapan SOLAS 74/78, bahwa sekitar 80 %
dari semua kecelakaan
kapal yang terjadi disebabkan oleh kesalanan manusia. Kenyataan menunjukkan
bahwa 60 %
dari kesalahan tersebut disebabkan oleh system manajemen yang
buruk dan 40
%
disebabkan oleh penanganan kapal dibawah standart.
Tugas yang dihadapi oleh Perusahaan Pelayaran adalah bagaimana
menghilangkan atau mengurangi kesalahan yang disebabkan oleh kekeliruan
pelaksanaan, yang secara langsung atau tidak, menyebabkan kecelakaan dan
pencemaran. Berdasarkan kejadian-kejadian tersebut, maka IMO (International
Maritime Organization) mengeluarkan peraturan baru yaitu ISM Code (International
Safety Management Code) sebagaiaturan untuk menstandartkan "Safe Management
and Operation of Ship Pollution Prevention".
Pada dasamnya ISM Code adalah penggunaan metode tertulis dan di
dokumentasikan atas semua prosedur operasi, baik di derat maupun di kapal secara
terpadu yang tujuan utamanya menjamin keselamatan dan lindungan lingkungan.
Penerapan ISM Code menuntut komitmen manajemen puncak dan seluruh lapisan
karyawan karena adanya perubahan mendasar dalam system manajemen yang
sudah ada. Untuk mencapai semua tujuan tersebut pedu disusun Policy, manual,
dan prosedur yang memerlukan personil khusus.
Untuk mengatasi suatu kejadian pencemaran, maka dibutuhkan peralatan
yang berfungsi untuk menanggulangi bahaya tumpahnya minyak dari kapal tanker
supaya tidak menyebar luas kelingkungan di sekitar dan dapat meminimalkan