Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Boy, Alwis
Subject
623.8 Nautical Engineering and Seamanship/Teknik Perkapalan, Teknik Nautika dan Ilmu Angkatan laut
Datestamp
2023-05-19 03:17:35
Abstract :
Salah satu cara untuk meningkatkan keselamatan kerja pada kapal-kapal tanker adalah
pcnggunaan Inert Gas System ( !GS ). Keuntungan dari sistem ini adalah untuk mencegah
terjadinya kebakaran akibat dari ledakan pada ruang muat ( cargo tank ) baik pada proses
bongkar muat dan pencucian tangki maupun dalam pclayarannya. Penggunaan Inert Gas
System (1GS ) yang akan ditinjau dalam penulisan skripsi ini adalah penggunaan pada kapal
tanker MT. Sanga-Sanga.
Inert Gas System ( IGS ) adalah suatu sistem dimana cara bekerjanya dengan memasukkan
gas inert ke dalam tangki muatan, dimana di kapal MT. Sanga-Sanga gas inert tersebut
dihasilkan dari gas buang Aux. boiler yang fungsinya mendesak udara keluar dari dalam
tangki, sehingga mengurangi kemungkinan tcrjadinya kebakaran atau ledakan dalam tangki
muatan.
Kemampuan peralatan IGS ini dipengaruhi juga oleh lamanya waktu pengoperasin (lifetime
), begitu pula dengan IGS pada MT. Sanga-Sanga yang tclah beroperasi kurang lebih
selama 19( sembilan be las ) tahun, yang ekscsnya terlihat dari kemampuan JGS terse but
saat ini diperkirakan 70
saja, sehingga berdampak pada lamannya pengopakan Aux.
Boiler dan juga mempengaruhi waktu keberadaan kapal di pelabuhan pada saat bongkar
muat ( Discharging).
%
Agar sistem tersebut dapat bekerja lcbih optimal dan efisien diperlukan pemeliharaan yang
berkcsinambungan dan melaksanakan modifikasi yakni menambah alat penyearah ( damper )
pada saluran gas buang boiler ( flue gas boiler ) serta penyederhanaan sister perpipaan
( mengurangi resistance ) pada saluran isap ( suction ) agar fan/ blower dapat beroperasi
lebih baik, tanpa merubah fungsi dari masing-masing peralatan yang menunjang operasi
sistem Inert Gas tersebut.