Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Syamsu, Kahar
Subject
623.8 Nautical Engineering and Seamanship/Teknik Perkapalan, Teknik Nautika dan Ilmu Angkatan laut
Datestamp
2024-05-20 04:17:14
Abstract :
Seiring dengan arus perdagangan global, diesel merupakan tenaga
penggerak yang banyak dipakai pada kendaraan darat maupun kendaraan laut.
Motor diesel mempunyai banyak keunggulan antara lain mempunyai tingkat
efisiensi yang tinggi dengan tingkat pemakaian bahan bakar relatif rendah
Keuntungan lainnya ukuran mesin sangat kompak dan mudah dikendalikan.
Dalam pengelolaan kapal-kapal yang dimiliki Pertamina Bidang
Perkapalan banyak permasalahan-permasalahan yang timbul berkaitan dengan
permesinan, salah satunya adalah berkaitan dengan operasional diesel engine
dan hubungannya dengan kecepatan berlayar dan jarak tempuh. Motor diesel
merupakan salah satu sumber tenaga penggerak yang dapat membantu aktivitas
yang diakukan manusia sehari-hari, sebagai alat transportasi laut.
Karakteristik suatu engine sangat penting, karena dengan mengetahui
karakteristikya dapat diketahui besarnya daya efektif serta dapat menentukan
perawatan yang tepat bagi engine tersebut sehingga dalam jangka panjang mesin
tersebut lebih ekonomis. Karakteristik utama dari mesin diesel yang membedakan
dengan motor bakar yang lain adalah metoda penyalaan bahan bakar. Dalam
mesin diesel bahan bakar diinjeksikan ke dalam silinder, yang berisi udara
bertekanan tinggi, Selama kompresi udara dalam silinder mesin maka suhu
udara meningkat, sehingga ketika bahan bakar, dalam bentuk kabut halus,
bersinggungan dengan udara panas ini, akan menyala, dan tidak dibutuhkan alat
penyalaan dari luar. Karena alasan ini maka mesin diesel disebut juga mesin
penyalaan kompresi
Performance main engine ketika menggunakan bahan bakar MDO
maupun menggunakan bahan bakar HSD tidak menunjukkan perbedaan yang
cukup signifikan, tetapi pada fuel consumption mesin diesel menggunakan lebih
banyak bahan bakar MDO dibandingkan bahan bakar HSD. Selain itu kecepatan
dan jarak tempuh kapal selama operasional (digunakan oleh PERT4MINA),
bongkar muat dan sebagainya, tidak menunjukkan perbedaan yang cukup besar
dibandingkan kecepatan dan jarak tempuh secara teori. Hal ini disebabkan
Pertamina terutama anak buah kapal berusaha untuk memenuhi persyaratan,
perbaikan dan perawatan kapal sesuai dengan operation manual dari pembuat
diesel serta aturan klasifikasi yang berlaku untuk kapal MT,
Pandan