Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Thomas, Wibowo
Subject
623.8 Nautical Engineering and Seamanship/Teknik Perkapalan, Teknik Nautika dan Ilmu Angkatan laut
Datestamp
2023-05-15 05:54:27
Abstract :
Sejak pemakaian pertama secara praktis pada kapal pada awal abad ke-18,
pemakaian propeller sebagai alat penggerak kapal umumnya adalah yang paling
dominan dant terbanyak yang digunakan untuk kapal-kapal segala ukuran. Propeller
itu dikonstruksikan sebagai sekrup atau screw pendorong dan dipasang dikapal
serendah-rendahnya.
Dalam perencanaan propeller banyak faktor yang harus diperhitungkan, selain
efisiensi propeller sebaik-baiknya, namun seorang perencana juga harus
merencanakan agar propeller dapat berkerja dengan optimal dan tidak mengganggu
fungsi kapal.
Sebagai contoh semakin besar diameter propeller semakin besar pula
efisiensinya. namun sebagai seoran perencana kita juga harus memperhatikan dimensi
kapal (dalam hal ini tinggi buritan) sehingga propeller yang dipilih tidak terlalu dekat
dengan buritan yang akan menyebabkan getaran yang berlebihan dan kebisingan pada
kapal. Oleh karena itu kita harus menghitung kelonggaran propeller terhadap buritan
kapal sesuai dengan regulasi badan klasifikasi dimana kapal tersebut dikelaskan.
Selain itu jumlah daun juga sangat berpengaruh pada kinerja propeller,
semakin sedikit jumlah daun semakin besar pula efisiensinya. namun berbanding
terbalik dengan ketidak stabilan dan getaran yang ditimbulkan oleh propeller
te rsebut
Selain itu seorang perencana juga harus merencanakan sistem pendukung
propeller seperti poros dan perlengkapannya. Sebagai contoh kita harus
merencanakan sistem pelumasan poros propeller agar propeller dapat bekerja dengan
optimal dan daya yang dapat disalurkan sebesar mungkin.