Abstract :
Teknologi Wireless Local Loop (WLL) hadir karena keterbatasan kabel
konvensinal dalam melayani permintaan pelanggan telepon. Salah satu teknologi
yang dikembangkan di Indonesia adalah Digital Enhanced Cordless
Telecommunication A9800 (DECT A9800) seperti yang diterapkan di
KANDATEL Jakarta Utara.
Sistem komunikasi radio DECT A9800 atau yang lazim dikenal dengan
system radio selular tetap. Mempunyai kelebihan, yaitu dapat menjangkau daerah
daerah yang terpencil dan jauh. Selain itu sistem DECT ini juga terbilang simpel
dalam hal
pemasangan perangkatnya.
Hasil penerimaan sinyal radio
DECT A9800 disisi pelanggan bervariasi.
Oleh karenanya, untuk mengetahui baik buruknya penerimaan sinyal tersebut,
maka kita dapat melakukan perhitungan level daya terima atau Receive Signal
Level (RSL)
Perhitungan level daya terima untuk system komunikasi radio DECT
A9800 ini dibedakan berdasarkan kelompok jarak pelanggan radio DECT A9800,
yang dalarn hal ini adalah pelanggan di STO Cideng. Yakni jarak 0.5km, Ikm,
L.5km, 2km, 2.5km, dan 3km. Dan hasil perhitungan RSL-nya sendiri ialah: -
56,54 dBm untuk jarak 0,5km, -62,56 dBm
untuk jarak I km, -66,08 dBm untuk
jarak 1,5km, -68,58 dBm untuk jarak 2km, -70,51 dBm untuk jarak 2,5km, -72,1
dBm untuk jarak 3km.
Dari
hasil perhitungan, maka dapat diketahui bahwa level daya terirna
(RSL) disisi pelanggan masih dapat dikategorikan baik. lni didasarkan pada
ketentuan bahwa level daya terima minimal terminal DECT A9800 adalah -82
dBm.