Abstract :
HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) merupakan generasi ke tiga
setengah (3,5G) dari komunikasi selular yang diperkenalkan pada arsitektur UMTS
(Universal Mobile Telecommunication System) release 5. HSDPA memberikan bit
rate data transfer yang lebih besar nilainya daripada generasi komunikasi selular
sebelumaya.
Penggunaan jaringan HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) saat ini
telah diimplementasikan oleh PT Telkomsel Jakarta dengan menawarkan bit rate
maksimum yang tinggi. Namun kenyataannya dilapangan, bit rate maksimum yang
dicapai tidak sesuai dengan bit rate maksimum yang dapat disediakan oleh PT
Telkomsel Jakarta. Hal ini karena ada beberapa faktor yang mengurangi bit rate
maksimum jaringan HSDP A tersebut. Oleh karena itu perlu dilakukan analisa
implementasi bit rate maksimum HSDPA untuk mengetahui faktor-faktor yang
mengurangi bit rate maksimum HSDPA tersebut.
Analisa ini menggunakan metoda perhitungan bit rate maksimum secara teori
praktis dan pengukuran bit rate maksirnurn pada konfigurasi jaringan HSDP A di
lantai 8 Gedung Wisma Mulia PT Telkomsel Jakarta dengan peralatan antara lain
Laptop Sony Vaio VGN TX37GP, Modem dopod 838pro, SIM card (KartuHALO
Telkomsel) dan software pengukuran bit rate (DU meter). Proses pengukuran
dilakukan secara stationary (diam) dalam keadaan locking Base Station (melayani
satu pelanggan saja) dan unlocking Base Station (melayani banyak pelanggan).
Hasil analisa ini diperoleh bit rate maksimum HSDP A pada saat locking Base
Station lebih besar 4,46 kali saat unlocking Base Station. Sedangkan bit rate paling
maksimum HSDPA basil pengukuran sebesar 3.41 Mbps yang mana hasil ini
memenuhi jangkauan (range) bit rate maksimum HSDPA yang bisa dicapai di lantai
8 Gedung Wisma Mulia PT Telkomsel Jakarta karena pengurangan bit rate
maksimum oleh header dan signaling, yaitu antara 3,301 Mbps sampai 3,629 Mbps
serta termasuk dalam kategori antara 4 dan 5 tabel kategori bit rate HSDPA.