Abstract :
Perkembangan yang sangat pesat di bidang teknik telekomunikasi
menyebabkan terjadinya perubahan pula pada sistem pendukungnya, salah
satunya dalam bidang transmisi Multiplexing I Demultiplexing. Jaringan
transmisi di ruas STO ( Sentral Telepon Otomatis ) Tanjung Priuk
Cilincing yang termasuk dalam wilayah EJA ( Expanded Jakarta Area ) sys
- 3 yang terdata di dinas PT.TELKOM DIVRE II, saat ini masih
menggunakan perangkat transmisi Multiplexing Plesiokron Digital hierarki (
PDH ) yang memiliki sistem proteksi ( 5+ I ), yang mana perangkat ini
dinilai sebagai perangkat dengan teknologi yang sudah lama, dan saat ini
perangkat multiplex SDH merupakan penyempuma dari perangkat PDH
dengan teknologi yang lebih canggih. Kendala yang di hadapi pada
perangkat Multiplex PDH ini adalah jika sewaktu - waktu terjadi putus pada
media Fiber Optik, maka sistem working maupun proteksi pada multiplex
PDH pun akan ikut terputus, yang menyebabkan terputusnya arus trafik yang
berjalan.
Tindak lanjut dari masalah yang ada yaitu dengan melakukan sebuah
rencana kontingensi terhadap sistem proteksi pada multiplex PDH 5+ I, yang
mana jalur proteksi pad a ruas utama di alihkan ke ruas yang lain yang masih
berhubungan dengan cara through connect, sehingga apabila terjadi putus
optik pada ruas utama, maka sistem proteksinya tidak ikut terputus, sehingga