Abstract :
Wireless Local Loop (WLL) adalah salah satu alternatif untuk
pemecahan masalah telekomunikasi untuk negara-negara di Asia
Tenggara (Indonesia, Malaysia, Philipina, Singapura, Thailand,
Vietnam, Myanmar dan Brunei Darusalam). Hal ini disebab, apabila
dibandingkan dengan komunikasi dengan kabel lebih cepat
disebarluaskan (deployed) dan lebih siap untuk dikembangkan
(expanded). Disamping itu modal investasi operator lebih murah
dengan sistem WLL baik untuk jangka pendek (sort term) maupun
jangka panjang (long term). Hal lain yang tak kalah pentingnya
adalah biaya operasional dan pemeliharaan (maintenance) secara
signifikan makin berkurang pada sistem wireless berkaitan dengan
sentralisasi, dan jaringan kontrol otomatis
Untuk memenuhi permintaan pada waktu yang singkat dan dengan
biaya yang efektif, beberapa operator telah memilih teknologi
wireless local loop yang mampu memberikan kualitas suara yang
jernih tanpa mengeluarkan biaya instalasi dan pemeliharaan yang
relatif semahal jaringan konvensional dengan kabel
(wireline
network). Tiga teknologi yang dapat dipertimbangkan untuk
diterapkan di negara-negara Asia tenggara, yaitu CDMA (Code
Division Multiple Access), DECT (Digital Enhanched Cordless
Telephone) dan PHS (Personal Handy Phone System). Pada penulisan
ini, penulis membandingkan teknologi CDMA, DECT dan PHS
berdasarkan perbandingan teknologi, kapasitas, kinerja jaringan
(network performance), sudut ekonomi, dan geography dari masing
masing teknologi tersebut.