Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Alonso Haposan Halomoan, Sibarani
Subject
621.381 Electronics/Teknik Elektronika
Datestamp
2024-05-06 07:41:39
Abstract :
Seiring perkembangan teknologi sate lit dikembangkanlah Very Small Aperture
Terminal (VSA T) yang pada dasarnya sebuah system stasiun bumi mikro sebagai
pengganti stasiun bumi ukuran lebar sebelumnya. VSA T atau stasiun bumi mikro
rnerupakan sarana/perangkat telekomunikasi yang digunakan padajaringan komunikasi
data, dengan menggunakan satelit dan mempunyai sebuah stasiun pengendali serta antena
remote yang relative kecil.
Jasa pelayanan yang menggunakan jaringan satelit VSAT juga sangat diperlukan
dalam layanan perbankan di Indonesia. Adapun spesifikasi jaringan VSA T yang
diberikan pada BRI Bandung dengan menggunakan frekuensi uplink untuk komunikasi
data sebesar 6080 MHz dan frekuensi downlink sebesar 3860 MHz, sedangkan upstream
yang dipakai BR! bandung sebesar 64 Kbps, untuk downstream yang dipakai sebesar 64
Kbps. Untuk QPSK dengan standart Eb/No sebesar 10.6 dB.
Dari hasil analisis yang di dapat IRL dari hub ke satelit sebesar - 146.22 dBw,
Sedangkan IRL dari remote ke satelit sebesar - 145.06 dBw, lebih besar dari IRL Sat
min sebesar -153.6 dBw. Sedangkan dari arah satelit ke remote hasil RSL - 118.75 dBW
dan C/N 46.09 dB. Dari arah satelit ke hub didapat RSL - 116.25 dBW dan C/N 48.59
dB dibandingkan C/N standart QPSK 12,6 dB.
Dan
arah Hub ke remote didapat hasil Eb/No 45.81 dB. Sedangkan dari arah Remote ke
Hub di dapat Eb/No 48.31 dB dibandingkan dengan Eb/No untuk standart modulasi
QPSK adalah 10,6 dB.
Dari hasil analisa yang telah di hitung menyatakan bahwa dengan menggunakan
diameter antenna 1.8m Gain antena 35.5 dB tidak terlalu efektif, maka dari itu
dibutuhkanlah ukuran antenna yang lebih kecil yaitu dengan menggunakan ukuran antena
1.2m dengan Gain antena 31.91 dB.