Abstract :
Perkembangan kebutuhan masyarakat terhadap sarana
telekomunikasi yang bervariasi dan cepat serta menginginkan kemudahan
berkomunikasi baik gambar maupun suara dengan sumber daya
minimum, sehingga menghasilkan suatu solusi yang tepat agar
pengunaannya menjadi efisien dan efektif maka berkembanglah teknologi
sistem komunikasi sate/it.
Dalam sistem komunikasi sate/it
hubungan antara transmisi sinyal
gambar video stasiun bumi dengan stasiun relay TV penerima gambar dan
sebaliknya beberapa halangan dan gangguan yang dapat menurunkan
kinerja dari sistem komunikasi satelit tersebut. Untuk itu dipertukan
analisis perhitungan lintasan (Link Calculation) yang digunakan untuk
menentukan dan mempertahankan bentuk kinerja yang diharapkan.
Pada perhitungan lintasan (Link) sistem komunikasi video MPEG-2
DVB
ini didapat tingkatan (Level) daya penerima minimum yang
diperbolehkan sebesar - 45 dBm sampai --93 dBm dengan batas ambang
(- 96 dBm) standard Satelindo. Sedangkan hasil analisis pada Up link
didapat sebesar -50,19 dBm dan Down Link didapat sebesar -- 93,53
dBm. Sedangkan pada hasil analisis di lapangan untuk Up link didapat
sebesar --50,51 dBm dan untuk Down Link didapat sebesar --92,97 dBm.
Dari hasil perhitungan tersebut temyata terdapat tingkat (Level) daya
penerima lebih tinggi terhadap nilai minimum standard (-45 dBm s/d -93
dBm) pada batas ambang (-96 dBm) yang ditentukan. sehingga
menghasilkan kualitas transmisi yang baik.