Abstract :
Seiring dengan perkembangan yang sangat pesat di bidang teknik telekomunikasi
menyebabkan terjadinya perubahan pola pada sistem jaringannya maupun perangkat
pendukungnya, salah satunya dalam bidang transmisi multiplexing / demultiplexing.
sebagai pengirim dan menerima informasi, sistem multiplexer yang digunakan saat ini
adalah SDH. Sistim transmisi pada Telkom yang sekarang dominan dipakai adalah
sistim transmisi SDH Fujitsu.
Sistim transmisi antara ruas Mangga Dua - Kota 2 penggunaan transmisi SDH
nya sudah seratus persen, namun pada kondisi saat ini penanaman fiber optiknya rawan
terhadap gangguan disebabkan banyak pekerjaan pembangunan yang mengakibatkan
putusnya fiber optik ruas tersebut, sehingga apabila terjadi gangguan fiber optik sistem
komunikasijuga ikut terputus untuk itu perlu dibuatjalur altematifatau disebutjugajalur
kontingensi proteksi yang lain yaitu melalui wilayah Kota2 -- Slipi sehingga ruas jalumya
menjadi Mangga dua - Slipi - Kota2, yang merupakan satu kontingensi ring yang baru.
Berdasarkan analisa perhitungan link power budget dalam perencanaan
kontingensi proteksi (jalur altematif) pada ruas STO. Mangga Dua - STO. Kota2 yang
through connect pada STO. Slipi, level terimanya( P ) adalah -19,45 dBm sampai
12,85 dBm, disimpulkan bahwa hasil dari perhitungan level terima tersebut terletak pada
batas-batas spesifikasi level terima perangkat SDH Fujitsu FLX 2500A yaitu -29 dBm
sampai -9 dBm, Sehingga Jalur altematif yang baru dinyatakan layak untuk dilakukan
kontingensi.